Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan tim kegawatdaruratan ibu dan bayi di 44 Puskesmas dan 31 RSUD sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa tim ini bertugas memonitor kesehatan ibu hamil dengan risiko tinggi serta memberikan layanan kesehatan darurat bagi bayi baru lahir. Selain itu, Pemprov DKI juga menghadirkan layanan telekonseling 24 jam melalui Jak-Care yang berfokus pada kesehatan mental anak usia remaja. Layanan ini bertujuan untuk memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi kesehatan jiwa tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga telah mengembangkan Smart Posyandu, sebuah inovasi digitalisasi untuk pencatatan dan pelaporan kesehatan bayi dan balita. Dengan adanya layanan ini, diharapkan angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan melalui sistem pelayanan berbasis teknologi.